Kuliah Ke Taiwan Dengan Beasiswa Dikti, Siapa Takut..?

Selama aku kuliah di Taiwan ini sangat banyak pertanyaan dari teman-teman melalui inbox facebook-ku. Pancaran ketakutan tercermin dari pertanyaan-pertanyaan mereka. Rata-rata mereka meresahi keterlambatan pencairan dan takut jika besaran beasiswa tidak mencukupi biaya hidupnya di Taiwan.

Namun bagaimana sih sebenarnya kondisi beasiswa Dikti itu? Di sini aku akan menceritakan pengalamanku pribadi sebagai penerima beasiswa Dikti selama setahun kuliah di Taiwan. Format beasiswa kami adalah “3+1”, artinya 3 tahun ditanggung oleh Dikti dan kalau tidak lulus 3 tahun maka tahun keempat akan ditanggung oleh pemerintah Taiwan.

Saya adalah dosen masih Asisten Ahli Golongan III-a, bukan rahasia kalau gaji totalnya sebesar Rp. 2800.000,-. Istriku masih kuliah di Banda Aceh tingkat akhir Akper Kemenkes. Uang kuliah istriku masih ditanggung oleh mertuaku, jadi aku hanya menanggung biaya hidupnya di Banda Aceh.

Setelah kami menikah pada 23 Maret 2013, dua bulan kemudian aku meminta izin kepada istriku untuk melanjutkan studi ke Taiwan. Walaupun dengan sedih akhirnya aku diizinkan kuliah lagi, dan istriku juga kembali menyelesaikan kuliahnya yang hanya tinggal sedikit lagi.

Pada saat aku berangkat aku diharuskan melapor ke Dikti di Jakarta sebelum terbang ke Taiwan. Sehingga jadwal pesawat dari tempat asal ke Jakarta dan Jakarta ke Taiwan akan diatur sedemikan rupa agar aku bisa melapor ke Dikti sebelum terbang ke Taiwan. Jadwal pesawat ini akan diatur oleh jasa trevel yang ditunjuk oleh Dikti. Jadi aku hanya pesan tiket saja untuk tanggal berapa aku mau berangkat.

Dulu ketika aku melapor ke Dikti, di situ aku diberikan settling allowance sebanyak 700 USD dan biaya hidup bulan pertama sebayak 700 USD pula. Jadi aku membawa uang tunai ketika itu sebanyak 1400 USD. Maka janganlah sampai berpikir harus jual sapi-kerbau untuk biaya awal keberangkatan, karena uang 1400 USD itu cukup untuk kebutuhanku sebelum Dikti mencairkan biaya hidup selanjutnya. Termasuk buat beli kasur, bantal + guling, perkakas mandi, selimut, dan perkakas cuci dan jemur.

Enam bulan setelah aku kuliah di Taiwan, gaji fungsional dosenku dihapus karena begitulah peraturan untuk dosen yang kuliah keluar negeri. Gaji fungsional dipotong pada bulan ke-7, sehingga sisa gajiku sekarang Rp. 2500.000,-. Alhamdulillah dengan jumlah gaji segitu sudah cukup untuk kebutuhan istriku di Banda Aceh, sedangkan kebutuhanku di Taiwan sudah ditanggung beasiswa.

Pendek kata, aku tidak membawa masalah keuangan keluarga ke Taiwan. Di Taiwan aku benar-benar bisa fokus kepada kuliah dengan tanpa dihantui oleh kesulitan keuangan keluarga kami. Memang bagi rekan-rekan yang sudah memiliki tanggungan keluarga yang besar akan terasa sulit untuk kuliah lagi, walaupun tetap masih mungkin.

Karena ketika kita sudah siap memilih untuk kuliah maka kita juga harus siap jika uang fungsional dan sertifikasi dosen kita dihapus. Lebih parah lagi jika selama ini gaji dipotong untuk angsuran kredit, maka untuk kasus semacam ini lebih baik berpikirlah dulu beberapa kali sebelum melangkah, karena satu bulan saja terlambat cair beasiswa maka satu keluarga akan menderita.

Untuk karyasiswa di Taiwan, Dikti memberikan biaya hidup sebesar 700 USD/bulan dan biaya buku 250 USD/semester. Sedangkan biaya hidup di Taiwan, khususnya Kaohsiung, maksimum 9000 NT/bulan atau setara dengan 300 USD, sehingga lebihnya bisa ditabung.

Untuk semester pertama dan kedua ini kampusku menggratiskan biaya asrama, sehingga biaya hidupku bisa ditekan lagi menjadi 5000 NT/bulan, dan untuk semester depan kelihatannya kami harus membayar uang asrama. Tetapi yang jelas 700 USD itu lebih dari cukup untuk hidup di Taiwan.

Pengalamanku selama dua semester, biaya hidup dan biaya buku itu dikirim sekaligus untuk satu semester. Sehingga kita harus pintar-pintar mengatur uang sendiri. Dan untuk biaya kuliah dikirim lebih awal secara terpisah.

Aku lebih suka dikirim sekaligus walaupun telat sedikit karena setiap pengiriman uang akan dikenakan ongkos kirim dan ongkos ganti mata uang. Taiwan Business Bank mengenakan biaya 27,5 USD untuk sekali kirim dan ditambah ongkos tukar mata uang sebanyak 200 NT karena mata uang USD akan dirubah ke NT (mata uang Taiwan) sebelum dimasukkan ke rekening kita.

Untuk semester kedua kemarin memang kiriman biaya hidupnya lumayan terlambat, hampir Mid-semester baru cair. Namun uang kuliah sudah lebih dulu dikirim di awal semester, jadi yang terlambat adalah biaya hidup dan uang buku. Keterlambatan Itu tidak bermasalah bagiku karena cadangan uang hasil tabungan semester pertama masih cukup.

Jadi kesimpulannya, jika tidak membawa masalah keuangan keluarga maka kuliah ke Taiwan dengan beasiswa Dikti adalah enjoi-enjoi saja. Tidak ada masalah sama sekali. Jumlah biaya hidup yang diberikan Dikti lebih dari cukup.

Untuk melihat video pengalamanku silakan lihat di sini

Sekian, semoga bermamfaat…🙂

About Usman Blangjruen

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
This entry was posted in Catatan Harian and tagged . Bookmark the permalink.

9 Responses to Kuliah Ke Taiwan Dengan Beasiswa Dikti, Siapa Takut..?

  1. bawangijo says:

    Enak yah dapet beasiswa, aku juga pernah dapet beasiswa short course di Australia. Selama di sana kerjaanku belajar aja ga mikirin kerjaan dan masalah finansial di rumah soalnya gaji teteup jalan dan tunjangan juga teteup dapet walaupun dipotong hehe. Alhamdulillah…

  2. Mas mau tanya, kalau yang sekarang masih kuliah s1, kebetulan saya semester 6 sekarang dan ingin sekali mendaftar di Taiwan. Apa saja biasanya persyaratan supaya di terima beasiswa full dari biaya kuliah dan segala kebutuhan disana? terima kasih

    • Sepengetahuan saya ada 2 jenis biasiswa di Taiwan. Beasiawa kampus dan beasiswa pemerintah taiwan. Kalau beasiswa kampus kecil dan daftarnya langsung melalui kampus. Kalau b pemerintah taiwan lumayan besar daftar di kedutaan taiwan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s