Kekayaan Laut Taiwan Juga Memesonakan Aku

Salah satu tempat yang paling kusukai di Taiwan adalah pasar ikan tradisional. Padahal kalau di Aceh aku paling tidak suka jika disuruh pergi ke pasar ikan. Karena tempatnya pasti kotor, bau, dan berdarah-darah.🙂

Di Taiwan aku merasakan lain. Pasar ikan tradisional di sini sangat bersih dan menarik. Cara mereka menjajakannya pun sangat menarik, ikan ditata dalam wadah yang berwarna-warni, warna yang dominan adalah merah. Sehingga memberikan kesan semarak dan indah.

Suasana pasar ikan yang indah dan bersih

Suasana pasar ikan yang indah dan bersih

Aku kemarin kebetulan diajak oleh Pak Zainal ke daerah Ziguan Ditrict untuk membawa barang dagangan ke warungnya di daerah itu. Setelah menaruh semua barang di warung kemudian aku diajak ke pasar ikan tradisional yang ada di sekitar warung itu. Tempatnya tidak jauh dari warung, sehingga kami hanya berjalan kaki.

Pastinya aku tidak akan menolaknya, karena aku tahu kalau pasar ikan di Taiwan pasti menarik untuk dilihat. Aneka jenis ikan, kerang, dan kepiting dengan berbagai macam jenis dapat dilihat di sini. Aku tentu bukan bermaksud untuk membelinya karena di asramaku tidak biasa memasak. Aku hanya ingin melihat-lihatnya saja, karena ikan dengan jenis beraneka ragam yang tidak pernah kujumpai sebelumnya. Ikan dengan bentuk yang aneh, udang bertubuh panjang, dan kepiting yang berwarna-warni.

Aneka kekayaan bahari di Taiwan

Aneka kekayaan bahari di Taiwan

Ketika Pak Zainal sedang sibuk bertawar-menawar ikan, Aku justru sibuk dengan kamera telefon gemgamku. Hampir seluruh sudut pasar aku ambil gambarnya. Mengabadikannya merupakan kepuasan tersendiri bagiku.

Menarik memang ketika melihat jenis ikan dan udang yang mereka jual kadang-kadang masih hidup karena ditampung dalam akuarium ber-oksigen. Sehingga ikan segar juga masih bisa kita peroleh di pasar ini.

Malahan ada yang menarik lagi dan membuat aku tertawa, aku melihat ada ikan yang dijual obral seperti penjual kain di hari pekan. Harganya dipasang mulai dari yang tinggi dan diturunkan sampai ke titik terendah sapai ada yang mau membelinya. Menarik sekali, karena di kampungku sistem penjualan seperti itu hanya dilakukan untuk menjual kain pada hari Selasa.

Penjual sedang mengobral ikan

Penjual sedang mengobral ikan

Satu lagi ada yang menarik adalah di pasar ini juga ada warung yang menjual ikan dan langsung dimasak dan dimakan di situ. Kita bisa memilih ikan yang kita sukai kemudian dimasak dan siap disajikan dalam keadaan masih panas. Kepiting dan kerang rebus juga menghiasi di sepanjang jalan sekitar pasar itu.

Warung makan ikan segar

Warung makan ikan segar

Pasar ini memang terletak di dekat tempat pendaratan ikan, sehingga untuk memperoleh ikan segar tidak begitu sulit. Ikan langsung dijual ke pelangggan segeral setelah didaratkan.

Selama di Taiwan Aku sudah mengunjungi dua tepat penjualan ikan. Satunya ketika sedang berkunjung ke Ping Hua Cafe, dan yang kedua adalah pasar ikan ini. Dua-duanya sama-sama menarik dan menggugah selera.

Untuk foto selengkapnya bisa dilihat di video di bawah ini:

Untuk foto dengan ukuran besar bisa di lihat di sini

About Usman Blangjruen

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
This entry was posted in Catatan Harian and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s