Mencari Indonesia Kecil Di Kaohsiung, Taiwan

Untuk menghabiskan liburan akhir pekan kali ini, saya mencoba keliling kota Kaohsiung. Maksudnya hanya ingin mencari tempat-tempat yang sering digunakan warga Indonesia untuk menghabiskan hari libur mereka.

Sebelumnya saya sudah bertanya ke teman-teman yang sudah pernah ke situ tentang lokasi tempat ini. Tempatnya tidak jauh dari MRT Main Station atau Kaohsiung Station. Untuk mencapai tempat itu, Saya cukup dengan naik bis nomor 53 yang melewati di depan kampus National Kaohsiung University Of Applied Sciences, kampus di mana saya belajar sekarang.

Naik MRT juga lebih nyaman jika tempat tinggal anda tidak jauh dari stasiun MRT terdekat. Kalau naik MRT jangan lupa keluar melalui pintu 1 jika sudah sampai di Main Station, karena tadi saya hanya melihat pintu keluar nomor 1 yang sangat dekat dengan Kaohsiung Station. Kalau keluar dari pintu lain takutnya nanti malah jadi bingung karena tidak ketemu-ketemu orang Indonesia-nya.πŸ˜€

Stasiun-Kaohsiung(Gambar 1. Kaohsiung Station. Photo saya ambil dari depan pintu keluar no. 1 MRT Main Station. Sumber: Koleksi pribadi)

Ketika kita keluar dari pintu 1 MRT Main Station dan belok kiri, kita akan melihat wajah-wajah orang Indonesia yang sedang nongkrong di bawah jembatan layang. Jangan anda bayangkan jembatan layang Jakarta ya, jembatan layang di Kaohsiung bersih, jadi sangat nyaman digunakan untuk tempat nongkrong.

Memang lebih banyak dari WNI di sini adalah para Pahlawan Devisa kita, yaitu TKI. Pada hari Minggu mereka sering menghabiskan akhir pekannya di sekitar Main Station ini, Dan warung-warung Indonesia pun sangat mudah dijumpai di sekitar ini.

Main-Station-kaohsiung(Gambar 2. Di bawah jembatan layang Main Station. Warga Indonesia sedang bercengkrama menghabiskan hari libur. Sumber: Koleksi pribadi)

Kalau kita ingin main-main ke warung Indonesia, maka di sekitar ini adalah tempatnya. Sampai di Main Station kita bagaikan sedang berada di Indonesia, karena hampir di setiap sudut pandang kita akan melihat wajah-wajah orang Indonesia di sekitar ini. Lebih-lebih di hari Minggu dan hari libur lain. Mereka sering melepaskan penat setelah enam hari bekerja di perusahaan di Kaohsiung.

Beruntung saya tadi, karena ada salah seorang pekerja asal Indonesia mau mengantarkan saya ke daerah warung-warung Indonesia, Mas Purwanto namanya. Mas ini adalah orang Tulung Agung. Rata-rata pekerja di sini berasal dari pulau Jawa. Bagi saya tidak masalah, saya lebih cepat akrab dengan mereka karena saya lancar berbahasa Jawa. Oleh-oleh waktu tinggal di Yogyakarta dulu.πŸ˜€

Mas Pur, itulah nama panggilannya. Saya diantar ke tempat warung-warung Indonesia. Ketika mulai masuk jalan itu, saya sudah mulai melihat tulisan-tulisan berbau Indonesia. Warung partama yang saya lihat adalah Rumah Makan Indonesia Bapak Zainal Abidin. Kata Mas Pur, Bapak Zainal Abidin ini adalah termasuk orang yang dituakan oleh orang Indonesia di kota Kaohsiung. Jadi warung ini sangat terkenal dan Bapak Zainal Abidin ini sudah sangat lama tinggal di Kota Kaohsiung. Saya melihat juga warung ini dekat Masjid Kaohsiung. Mungkin cabangnya kali ya…?

Warung-indonesia-Kaohsiung(Gambar 3. Warung Makan Bapak Zainal Abidin di Kaohsiung. Sumber: Koleksi pribadi)

Saya tidak berhenti di warung itu karena saya ingin melanjutkan perjalanan lagi. Tidak jauh dari warung itu, di sebelah kanan juga saya menemukan warung yang lebih ramai pengunjungnya. Nama warungnya adalah Sumber Indo. Di warung ini ternyata tidak hanya menyediakan makanan dan minuman khas Indonesia tetapi di lantai dua malah ada karaoke dangdutan.πŸ˜€.

Super-Indo-Kaohsiung(Gambar 4. Warung Sumber Indo Kaohsiung. Sumber: Koleksi pribadi)

Saya sempat naik ke atas, tapi sayang saya tidak tahan asap rokok, apalagi di ruang tertutup seperti itu. Tidak lebih dari sepuluh menit kemudian saya turun dan makan nasi khas Indonesia menu Jawa di lantai satu. Rasa masakannya mengingatkan saya waktu di Yogyakarta. Menunya sangat terasa khas Jawa-nya. Lidah saya yang sudah sangat terbiasa menikmati masakan Jawa tentu saya sangat menikmati makan siang ini.πŸ™‚

Sumber-Indo-Kaohsiung-1(Gambar 5. Suasana karaoke di lantai 2 Sumber Indo. Sumber: Koleksi pribadi)

Setelah saya makan di situ perjalanan saya lanjutkan lagi. Kali ini saya tidak ditemani oleh Mas Pur lagi, karena beliau sudah ketemu temannya yang sudah lama tidak berjumpa. Akhirnya saya mutar-mutar sendiri mencari tulisan-tulisan yang berbau Indonesia. Tidak jauh dari situ saya juga menemukan satu lagi warung yang sekaligus menawarkan jasa pengiriman barang dari dan ke Indonesia, Namanya adalah Armada. Kita juga bisa makan di situ dan beli barang-barang khas Indonesia.

Armada-Kaohsiung(Gambar 6. Jasa pengiriman dan Warung Indonesia, Armada. Sumber: Koleksi pribadi)

Saya tidak tahu pasti, kelihatannya ini adalah warung Indonesia yang paling ujung di jalan itu. Soalnya saya melihat ke arah depan tidak ada lagi tulisan-tulisan bahasa Indonesia. Akhirnya saya putuskan untuk kembali saja.

Namun ketika saya kembali saya menjumpai satu lagi warung Indonesia yang merangkap menawarkan jasa pengiriman barang. Namanya adalah Jawa Peti Kemas, letaknya berdempetan dengan warung Bali. Saya tidak tahu apakah warung ini menyediakan makanan atau tidak, soalnya saya tidak singgah di situ karena keburu ingin pulang, sudah ngantuk.πŸ˜€

Jawa-peti-kemas-kaohsiung(Gambar 7. Jawa Peti Kemas Kaohsiung dan Warung Bali. Sumber: Koleksi pribadi)

Sambil pulang saya sempatkan diri untuk masuk ke warung Index yang sudah saya lihat di awal perjalanan tadi. Letaknya sangat dekat dengan MRT Main Station, kita keluar stasiun MRT jalan ke kiri maka warung Index itu akan terlihat. Warung ini menawarkan jasa pengiriman barang dari dan ke Indonesia selain menjual barang-barang Indonesia. Saya melihat warung ini lumayan rapi dibandingkan dengan yang lainnya. Pelayanannya sudah seperti mini market di Indonesia.

Warung-Index-Kaohsiung(Gambar 8. Index, salah satu warung Indonesia sekaligus menawarkan jasa pengiriman barang dari dan ke Indonesia. Sumber: Koleksi pribadi)

Setelah saya singgah di warung Index itu, maka perjalanan saya akhiri sampai di situ dan saya beranjak pulang ke Asrama Mahasiswa National Kaohsiung University Of Appliead Sciences. Tentu dengan naik bis nomor 53 lagi yang melewati tepat di depan kampus.

Dikira Warung Indonesia, Padahal Bukan

Lucu, Ada sebuah warung makan yang letaknya tidak jauh dari warung-warung Indonesia yang saya ceritakan di atas. Nama warungnya Indonesia banget, Tetapi ternyata itu adalah warung makan Vietnam.

Saya cepat-cepat ambil kamera dan menjepretnya. Terus Mas Pur bilang bahwa itu bukan warung Indonesia, Tetapi warung Vietnam. Saya heran soalnya nama warung tersebut adalah RM. MIRASA. hehehehe.

Warung-Vietnam-Kaohsiung(Gambar 9. Rumah makan Vietnam. Namanya mirip warung Indonesia. Sumber: Koleksi pribadi)

Saya memahaminya dengan Rumah Makan Mirasa. Tetapi ternyata bukan. Mungkin saya harus bertanya dulu sama teman Vietnam tentang arti dari nama warung itu, atau lain kali ketika balik ke sini saya ajak saja teman saya yang Vietnam itu. Kebetulan di kampus ini saya punya teman yang dari Vietnam. Lumayan akrab dan baik orangnya. Kapan-kapan mungkin saya bisa mengajaknya ke daerah ini.

Ok lah ya teman-teman.. Sekian perjalanan saya hari ini di Kaohsiung. Semoga informasi ini bermanfaat bagi teman-teman yang mau ke Kaohsiung Taiwan. Amin

Salam blogger buat semuanya…πŸ™‚

About Usman Blangjruen

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
This entry was posted in Catatan Harian and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Mencari Indonesia Kecil Di Kaohsiung, Taiwan

  1. phut says:

    Pak.. apa saya bisa tanya2 ttg taiwan? mohon bantuanya ya pak. Saya punya rencana utk distribusi barang ke taiwan. Apakah Bpk tahu barang apa saja yang sangat dibutuhkan TKI disana?
    Mungkin kalau bisa saya minta infonya ttg taiwan donk pak. Saya juga bisa minta nomor toko Indo yang bisa dihubungi pak?

    • ana mey li says:

      sy coba menjawab za ..
      paling yang di butuhkan teman2 kita di taiwan za kebutuhan pokok produk-produk indo dari kosmetik,camilan, mie instan ,kartu indo, sebagian itu kira”πŸ™‚

  2. zolachao says:

    Reblogged this on mysophobia ζ½”η™– and commented:
    ι«˜ι›„ηš„ε°ε°Όε•†εΊ—θˆ‡ε°εƒεΊ—η‰ΉθΌ―γ€‚

  3. gusni says:

    Siang
    Saya sdg dikoushiung saya bingung dsni karana tdk paham bahasa mandarin…bisa dpt no tlp mas pur itu gak yah atau guide local indonesia yg ada dikoushiung…makasih dtgg infonya…

  4. florencia says:

    Mat mlm……sy ingin bl cream alis mt tumbuh lebat bagai mn cr nya? txu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s