Tidak Wajib Shalat Jum’at Jika Bertepatan Dengan Hari Raya?

Beberapa hari yang lalu ada pertanyaan dari teman-teman se kantor tentang hukum shalat jum’at jika bertepatan dengan hari raya Idul Fitri atau Idul Adha. Kejadian semacam ini akan terjadi pada hari raya Idul Adha kali ini yang kebetulan bertepatan dengan hari Jum’at.

Pertanyaan itu berangkat dari adanya seorang penceramah di masjid Albayan Politeknik Negeri Lhokseumawe yang menentang keras pendapat yang menyatakan bahwa tidak wajib shalat Jum’at jika bertepatan dengan dua hari raya, yaitu Idul fitri atau Idul Adha.

Walaupun secara garis besar sudah saya jawab tentang masalah itu namun saya tetap mencoba menelusuri beberapa kitab untuk memperoleh jawaban yang akurat dan meyakinkan tentang itu.

Akhirnya jawaban saya temukan dalam kitab Syarah Muhazzab, sebuah kitab yang ditulis oleh Imam Nawawi. Imam Nawawi menyimpulkan beberapa poin penting tentang hukum Shalat Jum’at yang bertepatan dengan dua hari raya tersebut.

Berikut kutipan dari kitab tersebut tentang shalat Jum’at jika bertepatan dengan dua hari raya. Kutipan telah saya coba terjemahkan, yaitu:

 قد ذكرنا ان مذهبنا وجوب الجمعة علي اهل البلد وسقوطها عن عن اهل القرى وبه قال عثمان ابن عفان وعمر بن عبد العزيز وجمهور العلماء وقال عطاء بن ابي رباح إذا صلوا العيد لم تجب بعده في هذا اليوم صلاة الجمعة ولا الظهر ولا غيرهما الا العصر لا علي أهل القرى ولا أهل البلد قال ابن المنذر وروينا نحوه عن علي بن أبى طالب وابن الزبير رضي الله عنهم

Terjemahannya:

Telah kami sebutkan bahwa mazhab kami tetap mengwajibkan shalat jum’at untuk orang-orang kota di sekitar masjid (ahlul balad) dan tidak wajib untuk orang-orang desa (ahlul qura) yang tinggal jauh dari masjid. Pendapat ini sesuai dengan pendapat Usman Bin Affan, Umar Bin Abdul Aziz, dan mayoritas ulama.

Dan berkata ‘Ata Bin Abi Rabbah:” Jika mereka telah melakukan shalat hari raya maka pada hari itu tidak wajib bagi mereka untuk melakukan shalat jum’at, shalat zhuhur, dan lainnya kecuali shalat Asar. Shalat jum’at tersebut tidak wajib untuk ahlul qura dan tidak wajib juga untuk ahlul balad. Pendepat demikian sesuai dengan Ibnu Munzir, Ali Bin Abi Thalib, dan Ibnu Zubir.

وقال أحمد تسقط الجمعة عن أهل القرى وأهل البلد ولكن يجب الظهر

Terjemahan

Berkata Imam Ahmad bahwa tidak wajib shalat jum’at untuk ahlul qura maupun ahlul balad, akan tetapi wajib shalat zhuhur.

وقال أبو حنيفة لا تسقط الجمعة عن أهل البلد ولا أهل القرى

Terjemahan

Berkata Imam Abu Hanifah:” Tetap wajib shalat jum’at baik untuk ahlul balad maupun ahlul qura.

Dari kutipan di atas dapat kita simpulkan bahwa hukum shalat jum’at jika bertepatan dengan dua hari raya adalah sebagai berikut:

  1. Wajib untuk orang-orang kota di sekitar masjid (ahlul balad) dan tidak wajib untuk orang-orang desa (ahlul qura) yang tinggal jauh dari masjid. (Usman Bin Affan, Umar Bin Abdul Aziz, dan mayoritas ulama).
  2. Tidak wajib shalat jum’at maupun zhuhur dan lainnya pada hari itu, kecuali shalat asar. (‘Ata Bin Abi Rabbah,Ibnu Munzir, Ali Bin Abi Thalib, dan Ibnu Zubir)
  3. Tidak wajib shalat jum’at untuk ahlul qura maupun ahlul balad, akan tetapi wajib shalat zhuhur. (Imam Ahmad)
  4. Tetap wajib shalat jum’at baik untuk ahlul balad maupun ahlul qura. (Imam Abu Hanifah)

Ahlul qura dalam kutipan di atas adalah orang-orang desa yang pada hari-hari biasa diwajibkan shalat jum’at karena suara azan terdengar ke kampung mereka, untuk ahlul qura ini memang sangat sulit jika tetap diwajibkan shalat jum’at setelah mereka melakukan shalat hari raya, karena rumah mereka jauh dari masjid. Sedangkan ahlul balad adalah orang-orang dalam kota di sekitar masjid yang diadakan shalat jum’at, sehingga mereka tidak sulit jika tetap diwajibkan shalat jum’at setelah shalat ‘ied, karena rumah mereka dekat dengan masjid.

Jadi ada empat jenis pendapat mengenai shalat jum’at yang bertepatan dengan dua hari raya. Sehingga langkah yang bijak adalah tetap menghargai orang-orang yang mengikuti salah satu dari empat pendapat di atas. Tidak perlu kecam-mengecam karena ulama juga berbeda pendapat tentang hukumnya.

Dan bagi pengurus masjid memang harus tetap mengadakan shalat jum’at demi untuk melayani jamaah-jamaah yang tetap ingin melakukan shalat jum’at. wallahu a’lam.

Rujukan: Imam Nawawi, “Majmu’ Syarah Muhazzab”, Babus Shalati Jum’ah, Maktabah Shamilah.

About Usman Blangjruen

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
This entry was posted in Agama Islam. Bookmark the permalink.

One Response to Tidak Wajib Shalat Jum’at Jika Bertepatan Dengan Hari Raya?

  1. Sawleck says:

    ♏♏♏ªªªΠΠΠtttªªªPPP … ŤєυƦίМ̤̈o°υήƍ Ǥєυήaş̲̅έћ .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s