Membuat Imsakiyah Ramadhan Dengan Microsoft Excel

Selama ini banyak orang beranggapan bahwa membuat imsakiyah merupakan satu hal sangat sulit. Tetapi dengan kemajuan teknologi komputasi, pembuatan imsakiyah bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari lima menit.

Media yang sering digunakan untuk komputasi adalah perangkat lunak microsoft excel, sebuah perangkat lunak yang sudah tidak asing lagi bagi kita. Semua algoritma untuk perhitungan imsakiyah bisa diprogramkan ke perangkat lunak ini.

Imsakiyah Ramadhan sebenarnya hanya berisikan awal waktu shalat dan keterangan awal bulan Ramadhan dan Syawwal. Namun yang paling menarik dalam satu lembaran imsakiyah itu adalah jadwal waktu imsak dan magrib, karena itu merupakan awal mulainya berpuasa dan berbuka untuk setiap harinya.

Algoritma yang sering digunakan untuk perhitungan awal waktu shalat di Aceh adalah algoritma Astronomical Almanac, sedangkan untuk menghitung ijtimak dan  ketinggian hilal biasanya menggunakan algoritma Jean Meuss.

Berikut adalah langkah-langkah penyusunan imsakiyah:

1. Ketahui koordinat geografis tempat pengamatan hilal

Untuk propinsi Aceh tempat pengamatan hilal adalah observatorium hilal yang ada di tepi pantai Lhoknga Aceh Besar. Koordinat Geografisnya adalah 95º 14’ 32.2” BT, 5º 27’ 59” LU,  dengan ketinggian 15 meter di atas permukaan air laut. Sedangkan untuk daerah lain tergantung di mana tempat pengamatan yang dijadikan sebagai acuan kenampakan hilal untuk tempat yang bersangkutan.

2. Ketahui koordinat geografis tempat imsakiyah digunakan

Koordinat tempat ini digunakan sebagai acuan untuk menghitung awal waktu shalat yang ada di dalam imsakiyah.  Misalnya untuk Lhokseumawe dan sekitarnya, BHR MPU Aceh Utara sepakat mengambil koordinat tempat 97º BT, 5º LU dan untuk Lhoksukon 97º 15′ BT, 5º LU.

3. Mengitung kapan terjadinya Ijtimak Awal bulan Ramadhan dan Syawwal

Ijtimak/konjungsi merupakan titik awal terbentuknya bulan baru yang berupa bulan sabit muda (hilal). Hilal yang merupakan tanda dimulainya awal bulan baru terlihat sesudah ijtimak ini. Untuk menghitung ijtimak silakan download dulu programnya di sini.

 (Worksheet Excel untuk penentuan waktu Ijtimak)

Untuk penentuan ijtimak awal bulan ramadhan 1433 H masukkan angka 9 pada kolom bulan dan masukkan 1433 pada kolom tahun. Dari program itu dihasilkan bahwa ijtimak awal bulan Ramadhan 1433 H terjadi pada hari Kamis 19 Juli 2012 pukul 11:24:02 WIB

Untuk menentukan ijtimak awal bulan syawwal tinggal menggantikan angka 9 dengan 10 dalam program di atas. Sehingga didapat bahwa Ijtimak awal Syawwal 1433 H terjadi pada hari Jum’at  17 Agustus 2012 pukul 22:54:29 WIB.

4. Menghitung waktu terbenam matahari (ghurubsetelah ijtimak di tempat pengamatan hilal 

Hilal untuk penentuan awal bulan hijriah adalah hilal yang muncul ketika matahari terbenam setelah ijtimak.

Dari hitungan di atas terlihat bahwa ijtimak awal Ramadhan terjadi pada hari Kamis 19 Juli 2012 pukul 11:24:02 WIB. Maka waktu ghurub setelah peristiwa ijtimak adalah ghurub pada sore harinya. Untuk menghitung waktu ghurub silakan download dulu programnya di sini.

 (Menghitung waktu ghurub ditempat pengamatan hilal)

Pada program di atas, kita hanya perlu memasukkan tanggal kapan ghurub yang ingin diketahui, koordinat tempat pengamatan hilal Observatorium Hilal Lhoknga, dan ketinggian tempat pengamatan. Hasil dari hitungan program di atas terlihat bahwa waktu ghurub setelah ijtimak untuk awal Ramadhan terjadi pada pukul 18:57:50 WIB tanggal 19 Juli 2012.

Untuk bulan Syawwal, waktu ijtimak terjadi pada pukul 22:54:29 WIB tanggal 17 Agustus 2012. Karena ijtimaknya terjadi malam hari atau setelah magrib maka waktu ghurub yang digunakan untuk pengamatan hilal adalah waktu ghurub keesokan harinya yaitu tanggal 18 Agustus 2012. Dengan memasukkan tanggal itu ke program di atas maka didapatkan waktu ghurub untuk awal Syawwal pada pukul 18:51:48 WIB tanggal 18 Agustus 2012.

Untuk sementara kita sudah dapat menyimpulkan kapan kita harus melakukan rukyat hilal untuk penentuan awal bulan Ramadhan dan Syawwal 1433 H di Observatorium Hilal Lhoknga Aceh Besar.

Rukyat hilal awal Ramadhan 1433 H dilakukan pada hari Kamis 19 Juli 2012 mulai pukul 18:57:50 WIB, Sedangkan rukyat hilal awal Syawwal dilakukan pada hari Sabtu 18 Agustus 2012 mulai pukul 18:51:48 WIB.

Ingat. Ini adalah rukyat yang dilakukan di Observatorium Hilal Lhoknga Aceh Besar. Sedangkan untuk pengamatan hilal di tempat lain tentu harus berdasarkan waktu terbenam matahari di tempat yang bersangkutan. Cuma untuk wilayah Aceh, acuan hisab awal bulan adalah Observatorium Hilal Lhoknga.

5. Ketinggian hilal pada hari rukyat

Ketinggian hilal pada hari rukyat sangat diperlukan karena itu merupakan parameter dalam penentuan awal bulan. Dalam sistem hisab yang dipakai oleh Pemerintah Republik Indonesia, syarat ketinggian hilal minimal yang memungkinkan untuk dirukyat adalah 2º. Pengakuan kenampakan hilal dengan ketinggian lebih kecil dari 2º akan ditolak dalam sidang istbat.

Untuk menghitung ketinggian hilal pada hari rukyat download dulu programnya di sini. 

 (Program hisab posisi hilal awal bulan)

 Dalam program di atas, data-data yang harus dimasukkan dalam kolom kuning adalah:

  1. Nomor bulan Hijriah yang ingin dihitung awak bulannya, 9 untuk awal Ramadhan dan 10 untuk awal Syawwal.
  2. Lintang dan bujur tempat pengamatan. Untuk wilayah Aceh maka kita masukkan koordinat tempat Observatorium Hilal Lhoknga yaitu 95º 14’ 32.2” BT, 5º 27’ 59” LU.
  3. Zona Waktu. Untuk WIB=7, WITA=8, dan WIT=9. Aceh menggunakan WIB maka masukkan 7.
  4. Ijtimak, Isikan dengan tanggal dan jam waktu ijtimak terjadi. Untuk awal bulan Ramadhan maka isikan dengan tanggal 19 Juli 2012 pukul 11:24:02 WIB. Untuk awal Syawwal maka isikan dengan 17 Agustus 2012 pukul 22:54:29 WIB
  5. Ketinggian tempat, isikan dengan nilai ketinggian tempat pengamatan di atas permukaan air laut. Untuk Observatorium Hilal Lhoknga adalah 15 meter.
  6. Temperatur. Isikan dengan temperatur tempat pada saat rukyat, namun untuk keperluan hisab maka isi saja dengan temperatur standar 10 Cº
  7. Tekanan. Isikan dengan tekanan udara di tempat rukyat. Untuk keperluan hisab biasanya dipilih tekanan standar yaitu 1010 millibar.
  8. Ghurub. Masukkan waktu ghurub sebagaimana yang telah didapatkan pada langkah 4 di atas. Untuk awal Ramadhan maka isikan dengan tanggal 19 Juli 2012 pukul 18:57:50 WIB, sedangkan untuk awal Syawwal isikan dengan 18 Agustus 2012 pukul 18:51:48 WIB.

Setelah memasukkan semua data maka ketinggian hilal akan langsung didapatkan. Ketinggian hilal yang digunakan untuk penentuan awal bulan adalah ketinggian hilal mar’iy. Untuk awal bulan Ramadhan ketinggian hilal pada hari rukyah didapat 0º 42’ 37” di atas ufuk mar’iy. Karena ketinggian hilal lebih kecil dari 2º maka 1 Ramadhan 1433 H jatuh satu hari setelah hari rukyat, yaitu hari Sabtu 21 Juli 2012.

Untuk Awal bulan Syawwal, ketinggian hilal didapat  5º 18’ 59.5” di atas ufuk mar’iy. Terlihat ketinggian hilal mar’iy sudah jauh lebih besar dari  2º sehingga 1 Syawwal 1433 H akan jatuh keesokan harinya, yaitu Hari Minggu 19 Agustus 2012.

6. Membuat imsakiyah

Dari langkah 1 sampai 5 di atas kita sudah dapat menentukan bahwa:

1 Ramadhan 1433 H = Sabtu 21 Juli 2012

1 Syawwal 1433 H = Minggu 19 Agustus 2012

Sehingga untuk tahun ini kita berpuasa mulai tanggal 21 Juli sampai dengan 18 Agustus 2012, hanya 29 hari.🙂 . Sehingga imsakiyah juga  kita buat untuk 29 hari tersebut.

Seperti yang telah saya singgung di atas bahwa imsakiyah sebenarnya hanya berisikan awal waktu shalat. Untuk menghitung awal waktu shalat silakan download dulu programnya di sini.

 (Program menghitung awal waktu shalat)

Dalam program di atas kita hanya perlu memasukkan koordinat geografis daerah di mana imsakiyah ini akan digunakan. Misalnya untuk Lhokseumawe dan sekitarnya maka kita gunakan 97º BT, 5º LU. Selain itu masukkan juga tanggal mulainya 1 Ramadhan, maka jadwal shalat akan dihitung sampai 32 hari berikutnya. Karena puasa hanya berlangsung 29 hari, maka pilih waktu shalat dari tanggal 21 Juli sampai 18 Agustus 2012. Tinggal kopi paste aja ke lembaran imsakiyah yang ingin anda buat.

Algoritma yang digunakan dalam program di atas adalah algoritma yang dipakai oleh ulama-ulama hisab di Aceh, Seperti Waled Mustafa M. Isa Pulo, Waled M. Ali Yusuf Di Blang Asan, Tgk Ruslan Sulaiman Sumbok, Tgk Ismail Paya Meudru, dan beberapa ulama lain di daerah Pidie Jaya. Sehingga hasilnya akan sesuai dengan imsakiyah yang mereka buat. Walaupun ada selisih sedikit itu merupakan masalah keakuratan alat hitung yang digunakan.

Contoh lembaran imsakiyah dapat di-download di sini. Tinggal isi dengan hasil hisab anda.

Semoga bermamfaat

Salam Astronomi,
Usman Blangjruen
Himpunan Astronom Amatir Aceh (HA3)

About Usman Blangjruen

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
This entry was posted in Ilmu Falak and tagged , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Membuat Imsakiyah Ramadhan Dengan Microsoft Excel

  1. Terimakasih, Bank. Postingnya…Insya Allah Bermanfaat. kita sharing2…www.falakhisabexcell.blogspot.com

  2. Imam Murtadho says:

    Terima kasih sekali atas program exelnya…………………matur nuwun.

  3. rifaie27 says:

    Alhamdulillah… akhirnya ketemu juga dengan ahli excel. trima kasih pak…

  4. hartono says:

    Jazakallah khair, Bang. Mantap postingannya. Ijin download….

  5. Pingback: Awal Bulan Ramadhan Dan Syawwal 1435 H / 2014 di Taiwan | Usman Blangjruen

  6. hendarmin says:

    Assalamu’alaikum
    Jazakallah khair, Insya Allah sangat bermanfaat, mohon izin download, semoga Allah memberikan keberkahan yang berlimpah kepada Bapak sekeluarga.

  7. ina says:

    Untuk menentukan awal waktu bulan ramadhan rumus nya gmn?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s