Gerhana Matahari Pada Zaman Rasulullah

Sambil istirahat ternyata asyik juga mengutak-ngatik software astronomi yang aku punya. Aku senang menggunakan software Stellarium untuk mensimulasikan gerakan benda-benda langit. Tampilan software ini sangat bagus. Seolah-olah kita benar-benar sedang mengamati langit benaran.

Suatu hal yang menarik bagiku malam ini adalah mensimulasikan gerhana-gerhana matahari yang terjadi pada zaman Rasulullah dulu. Dikabarkan ada  lima gerhana matahari yang terjadi pada zaman Rasulullah. Empat kali sebelum beliau hijrah ke Madinah dan sekali setelah hijrah.

Mau tahu bagaimana wujud dari kelima gerhana matahari yang pernah disaksikan oleh rasulullah?. Caranya sangat gampang, dengan menggunakan software Stellarium kita dapat dengan mudah menjelajah langit yang pernah disaksikan oleh Rasulullah pada 14 abad silam.

Standar waktu yang diambil untuk simulasi adalah Arabia Standard Time (AST) dengan zona waktu +3 agar kita dapat membayangkan kondisi waktu terjadi gerhana dengan acuan standar waktu sekarang. Kalau dulu jelas standar waktu ini belum ada.

1. Gerhana Matahari Total 23 Juli 613 M

Gerhana matahari total ini terjadi pada awal bulan Syawwal 10 tahun sebelum hijrah (SH). Sehingga kita mengambil asumsi bahwa rasulullah masih berada di Mekkah pada saat gerhana ini terjadi.

Walaupun gerhana matahari total, tetapi di tanah Mekkah gerhana ini teramati sebagai gerhana matahari parsial. Terlihat memang matahari hampir tertutup seluruhnya kecuali bagian sebelah kiri bawah. Gerhana ini melintasi Afrika, Arab bagian tengah, India, Samudra Hindia, dan Australia.

(Gerhana matahari total terlihat dari kota Mekkah pada tanggal 23 Juli 613 M jam 6:50 AST, awal Syawwal 10 SH. Modeling Stellarium)

 2. Gerhana Matahari Cincin 21 Mei 616 M

Gerhana matahari cincin ini juga terlihat sebagai gerhana matahari parsial untuk kota Mekkah. Hal ini dikarenakan bulan tidak melintasi tepat di titik pusat matahari. Gerhana matahari ini terjadi pada awal bulan Ramadhan 7 SH. Daerah-daerah yang dilintasi oleh gerhana ini adalah: Afrika, Arab bagian utara, Asia tengah, dan Jepang.

(Gerhana matahari cincin terlihat dari kota Mekkah pada tanggal 21 Mei 616 M jam 6:51 AST, awal Ramadhan 7 SH. Modeling Stellarium)

3. Gerhana Matahari Cincin 4 November 617 M

Gerhana matahari cincin ini lumayan besar karena hampir seluruh permukaan matahari tertutup oleh piringan bulan. Gerhana ini terjadi pada awal bulan Rabiul Awwal 5 SH. Gerhana cincin ini juga terlihat sebagai gerhana parsial dari kota Mekkah. Gerhana ini melintasi: Eropa, Timur Tengah, India, dan Asia tenggara.

(Gerhana matahari cincin terlihat dari kota Mekkah pada tanggal 4 November 617 M jam 9:19 AST, awal Rabiul Awwal 5 SH. Modeling Stellarium)

4. Gerhana Matahari Total 2 September 620 M

Gerhana matahari total ini pada saat puncaknya terlihat bulan menutupi hampir separuh dari piringan matahari. Sama seperti gerhana sebelumnya gerhana ini juga terlihat sebagai gerhana parsial  dari kota Mekkah. Gerhana ini terjadi pada awal bulan Shafar 2 SH. Daerah yang dilalui oleh gerhana ini adalah: Afrika, Arab bagian Selatan, India, dan Asia tenggara.

(Gerhana matahari total terlihat dari kota Mekkah pada tanggal 2 Sepetember 620 M jam 6:58 AST, awal Shafar 2 SH. Modeling Stellarium)

5. Gerhana Matahari Cincin 27 Januari 632 M

Gerhana matahari cincin ini paling terkenal dalam sejarah Islam, karena Rasulullah baru melakukan shalat gerhana pada saat gerhana ini terjadi. Gerhana ini terjadi setelah peristiwa hijrah sehingga Rasulullah melihat gerhana ini di kota Madinah. Gerhana matahari ini juga terlihat sebagai gerhana parsial dari kota Madinah. Daerah yang dilintasi oleh gerhana ini adalah: Afrika, Arab bagian selatan, India, dan Asia tengah.

Gerhana matahari ini terjadi bertepatan dengan wafatnya putra Rasulullah yaitu Ibrahim Bin Muhammad, Sehingga banyak masyarakat Madinah pada saat itu mengira bahwa gerhana ini terjadi karena matahari ikut berduka terhadap wafatnya putra Rasulullah itu. Tetapi hal ini langsung dibantah oleh Rasulullah dalam khutbahnya setelah selesai shalat gerhana.  Beliau mengatakan bahwa gerhana itu tidak ada hubungan dengan kematian dan hidupnya seseorang.

(Gerhana matahari cincin terlihat dari kota Madinah pada tanggal 27 Januari 632 M jam 7:03 AST, awal Dzulqaidah 10 H. Modeling Stellarium)

Demikian kira-kira lima gerhana matahari yang terjadi pada zaman Rasulullah. Semua gerhana di atas saya snapshot sekitar waktu dimana puncak gerhana terjadi. Terlihat bahwa walaupun gerhana yang terjadi adalah gerhana matahari cincin dan total, tetapi yang terlihat dari kota Mekkah dan Madinah hanyalah sebagai gerhana matahari parsial.

Berarti dapat disimpulkan bahwa Rasulullah tidak pernah menyaksikan gerhana matahari dalam bentuk total dan cincin tetapi beliau hanya bisa menyaksikan dalam bentuk parsial.

Gerhana matahari cincin yang terjadi pada tanggal 27 Januari 632 M merupakan gerhana matahari terakhir yang sempat disaksikan oleh Rasulullah  karena 4 bulan kemudian Rasulullah wafat, yaitu pada tanggal 12 Rabiul Awwal 11 H, sekitar 7 Juni 632 M.

Semoga bermanfaat.  Amin

Salam astronomi,
Usman Blangjruen
Himpunan Astronom Amatir Aceh (HA3) 

About Usman Blangjruen

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
This entry was posted in Ilmu Falak. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s