Tidur Yang Bagaimana Yang Membatalkan Wudhu’?

Kemarin ketika aku sedang asik mengerjakan tesis tiba-tiba salah satu teman dari jamaah mesjid datang ke kosku. Kalau dulu dia sering datang ke tempatku untuk belajar bahasa Arab. Walaupun aku tidak mahir berbahasa Arab tetapi untuk tingkat dasar aku masih sanggup mengajari temanku itu.

Dia sekarang sedang diwajibkan untuk ikut pendidikan agama di universitas tempat dia kuliah, sehingga pembicaraan kami waktu itu berkisar tentang masalah-masalah agama. Hari itu materi yang dibahas di kampus dia adalah tentang hal-hal yang membatalkan wudhu’.

Dia masih bingung terhadap penjelasan ustaznya tentang tidur yang dapat membatalkan wudhu’. Dia menanyakan ke aku tentang hal itu. Sebenarnya tidur yang bagaimana sih yang dapat membatalkan wudhu’?.

Untuk menghindari kesalahan dan memantapkan dia. Aku berusaha mencari jawabannya di kitab yang ada di laptopku. Akhirnya aku dapat jawabannya dalam sebuah kitab kecil yang tidak asing lagi bagi kalangan pesantren di Aceh, yaitu Fathul Qarib.

Fathul Qarib ini lebih dikenal dengan kitab Bajuri karena biasanya kitab ini dijual sepaket dengan catatan kaki (hasyiah) yang ditulis oleh Syaikh Albajuri untuk kitab Fathul Qarib tersebut. Sehingga halaman kitab ini berbentuk dua kolom, yang dipinggir halaman adalah Fathul Qarib sedangkan yang ditengah halaman adalah catatan kakinya (hasyiah).

Tentang tidur yang membatalkan wudhu dalam kitab Fathul Qarib tersebut dijelaskan sebagai berikut:

Terjemahan secara harfiah adalah sebagai berikut:

“(Tidur dalam keadaan tidak tetap posisi duduknya). Pada sebagian naskah ada penambahan kalimat “dari tanah tempat dia duduk. Tanah di sini bukan suatu keharusan. Tidak dikatakan “tetap posisi duduknya” jika dia tidur sambil duduk disertai perubahan posisi dan tidur sambil berdiri atau berbaring sekalipun posisinya tetap”.

Yakin pasti bingung dengan susunan kalimat di atas.😀 . Terjemahan dari Arab ke Indonesia memang sulit dipahami biasanya. Apalagi  jika orang yang menerjemahkannya belum begitu mahir bahasa Arabnya, seperti aku ini.🙂

Biar tidak bingung, penjelasannya kira-kira sebagai berikut:

Tidur ketika duduk yang dapat membatalkan wudhu adalah tidur yang tidak tetap posisi duduknya, misalnya ketika kita tertidur dalam posisi duduk begitu kaget posisi kita sudah berubah dari posisi awal. Nah, tidur yang semacam inilah yang dikatakan dalam kitab sebagai tidur yang “tidak dalam keadaan mutamakkin/غير هيئة المتمكن“. Tidur dalam keadaan duduk yang tidak mutamakkin (berubah posisi) adalah membatalkan wudhu.

Dalam sebagian naskah kitab yang lain ada tambahan kalimat, yaitu tidur yang membatalkan wudhu adalah “tidur yang tidak tetap posisi di atas tanah tempat duduknya, sehingga pada sebagian naskah kitab tertulis:

النوم على غير هيئة المتمكن من الارض بمقعده

Maksudnya apabila seseorang duduk di atas tanah dan tertidur, kemudian ketika terbangun posisi duduknya sudah berubah, maka wudhu’nya batal. Perlu diperhatikan bahwa walaupun dalam naskah kitab tersebut tertulis “duduk di atas tanah” bukan berarti jika kita duduk di atas tempat lain seperti kursi dan dipan tidak batal wudhu’nya. Tetap batal wudhunya, jika posisi duduk kita sudah berubah dari posisi awal.

Kemudian bagaimana dengan tidur dalam posisi berdiri atau berbaring?. Kedua-duanya dapat membatalkan wudhu’ sekalipun posisi kita tidak berubah. Jadi kalau kita tertidur dalam posisi berdiri atau berbaring maka kita harus mengambil wudhu’ lagi, karena sudah batal walaupun posisi kita tidak berubah.

Karena agak mutar-mutar saya coba tarik kesimpulannya ya. Tidur yang membatalkan wudhu adalah:

  1. Tidur dalam keadaan duduk serta posisinya berubah ketika tertidur. Jika tidak berubah maka wudhunya tidak batal.
  2. Tidur dalam keadaan berdiri atau berbaring sekalipun posisi kita tidak berubah.
Semoga bermanfaat bagi yang mungkin belum mengerti tentang hal ini sebelumnya.  Bagi yang sudah tahu jika ada waktu ya dibaca juga. Siapa tahu ada yang salah bisa kuperbaiki. :-) 

About Usman Blangjruen

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
This entry was posted in Agama Islam. Bookmark the permalink.

3 Responses to Tidur Yang Bagaimana Yang Membatalkan Wudhu’?

  1. Nidia says:

    artinya.. hanya tidur dlm posisi duduk(dgn catatan posisi sblum dan ssudah bangun ga brubah) yg ga batalin wudhu yh pak dos????

  2. anita says:

    sy pikir wlo dlm keadaan berbaring sekalipun asal tdk b’ubah posisi mk tdk batal, gmn doong? kini kutau… syukron jaziilan lakum

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s