Memburu Meteor Lirid Di Pantai Parangtritis

Seperti rencana awal sekitar jam 20:00 WIB kami sudah siap di Markas Jogja Astro Club (JAC) Soropadan, Yogyakarta. Karena menunggu beberapa “astronomwati” yang belum hadir maka kami baru bisa meluncur ke Pantai Parangtritis setengah jam kemudian.

Kami berangkat dengan sepeda motor masing-masing. Iringan motor kami dipimpin oleh oleh cucuku Eko Hadi G, sedangkan kami mengikutinya dari belakang. Sambil melewati ramainya suasana malam Minggu Kota Yogyakarta kami menjaga agar tidak ada di antara teman kami yang tertinggal di belakang, sehingga kadang-kadang kami harus berhenti sejenak untuk menunggu teman yang terjebak lampu merah.

Tadi malam memang kondisi langit sangat memihak kepada kami. Cerah hampir tidak sedikitpun berawan, sehingga taburan bintang terlihat sangat jelas walaupun kami masih di kota Yogyakarta dengan polusi cahayanya. Hal itu membuat kami tidak sabar untuk cepat-cepat sampai ke pantai.

Sekitar jam 21:30 WIB kami tiba di pantai Parangtritis. Kali ini kami memilih landasan pacu terbang layang sebagai tempat pengamatan. Lebih asyik dan kondusif daripada tempat sebelumnya yang berada di pinggir jalan Parangkusumo-Depok. Ada dua landasan pacu di sana. Kami memilih landasan pacu yang pendek karena yang satunya dipakai oleh anak-anak balapan sepeda motor.

(16 pemburu meteor lirid dari JAC)

Maka pemburuan meteor pun dimulai. Satu persatu meteor hasil reruntuhan komet Thatcher itu menampakkan diri. Frekwensi kemunculannya semakin bertambah ketika sudah melewati paruh malam kedua. Kami tidak lupa menghitungnya untuk dokumentasi. Jumlah yang bisa kami amati sebanyak 51 meteor dalam rentang waktu 4,5 jam.

Tentang Hujan Meteor

Dari kejadian hujan meteor ini kita dapat belajar bahwa perjalanan bumi dalam mengitari matahari selama setahun itu tidak berjalan dalam sebuah ruang yang bersih. Orbit bumi banyak bersilangan dengan orbit komet yang sama-sama mengitari matahari. Komet dalam perjalanannya mengitari matahari selalu meninggalkan jejak berupa rerentuhan material (dust trail) di belakangnya. Sehingga ketika bumi sedang berada pada persilangan orbit komet tersebut maka di situlah bumi akan terlihat dihujani material reruntuhan komet tadi.

(Orbit komet Thatcher ketika bersilangan dengan orbit bumi. Sumber: scienceblogs.com, dengan sedikit tambahan)

Ketika reruntuhan komet memasuki atmosfir bumi maka kita akan melihatnya menyala. Reruntuhan komet tersebut menyala karena terbakar karena panas yang dihasilkan oleh gesekannya dengan molekul udara. Maka fenomena inilah yang kita kenal dengan hujan meteor.

Sebenarnya kita bisa menemukan meteor setiap malam sepanjang tahun karena ruang tempat bumi berada tidak bersih, tetapi pada saat hujan meteor kita dapat melihatnya dalam jumlah yang banyak.

Hujan meteor yang diakibatkan oleh komet Thatcher ini dinamai dengan hujan meteor lirid (lyrids meteor shower) karena meteor ini terlihat menghujani bumi dari arah rasi bintang lyra, walaupun sebenarnya tidak ada hubungan antara hujan meteor dengan rasi bintang.

 

(Rasi bintang Lyra Sumber: http://my.execpc.com)

Hujan meteor dapat diketahui kapan terjadinya karena keteraturan gerakan bumi dan komet dalam mengitari matahari, sehingga persilangan antara orbit bumi dan orbit-orbit komet dapat diketahui kapan terjadinya.

Berbeda dengan komet Halley yang orbitnya bersilangan dua kali dengan orbit bumi, orbit komet Thatcher hanya sekali bersilangan dengan orbit bumi sehingga hujan meteor yang diakibatkan oleh komet ini juga hanya terjadi sekali dalam setahun, yaitu berlangsung mulai dari tanggal 15 sampai dengan 28 April. Puncaknya terjadi pada tanggal 22 April.

Orbit komet Halley bersilangan dengan orbit bumi di dua tempat sehingga hujan meteor yang diakibatkan olehnya pun terjadi dua kali dalam setahun, yaitu Eta Aquarids yang terjadi pada 19 April sampai dengan 28 Mei dan Orionids pada 2 Oktober sampai dengan 7 November.

(Orbit komet Halley bersilangan dua kali dengan orbit bumi. Sumber:  http://physicsspc.webs.com, dengan sedikit tambahan)

Ada sembilan hujan meteor yang terjadi sepanjang tahun yang diakibatkan oleh komet yang berbeda-beda sebagai mana terangkum dalam tabel dibawah ini:

Tabel hujan meteor. Sumber: http://geology.com
 Keterangan tabel:
  1. Shower name =  Nama hujan meteor
  2. Date = Rentang tanggal di mana bumi memasuki hujan meteor yang bersangkutan
  3. Peak date = Tanggal di mana puncak hujan meteor terjadi
  4. ZHR = Zenithal Hourly Rate, perkiraan jumlah meteor per jam yang akan disaksikan oleh satu orang pengamat ketika kondisi langit cerah pada posisi di atas kepala (zenit) . Batasan magnitud meteor sebesar 6.5
  5. Source = Nama komet sumber meteor.

Kita dapat melihat meteor dalam jumlah banyak setelah tengah malam. Hal ini diakibatkan oleh karena bumi memasuki daerah reruntuhan komet dalam sisi pagi (morning side). Bumi  bergerak memasuki daerah reruntuhan komet sambil berotasi sehingga sisi malam (evening side) justru telindung dari hujanan meteor. Oleh karena itu, semakin pagi maka semakin banyak meteor yang terlihat.

 (Bumi memasuki daerah reruntuhan komet dari sisi pagi atau morning side, Sumber: http://geology.com)

Mungkin bagi teman-teman yang mau melihat fenomena hujan meteor lirid ini karena tidak sempat nonton tadi malam, tidak usah cemas. Kita masih bisa menyaksikannya sampai enam hari ke depan walaupun meteornya tidak sebanyak yang terjadi pada puncaknya hari ini. Dan jangan lupa cari tempat yang minim cahaya untuk melakukan pengamatan.🙂

Akhir kata, salam meteor dari JAC buat teman-teman semua. Usman Blangjreun.

About Usman Blangjruen

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
This entry was posted in Ilmu Falak. Bookmark the permalink.

4 Responses to Memburu Meteor Lirid Di Pantai Parangtritis

  1. mameh2 says:

    Mantap… Tq.. Prof. Usman..

  2. djaka says:

    wis tangi ta mbah?! haha

  3. uwis je. mau bengi pas tekan omah langsung turu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s