Teleskop Meade LX50 EMC, Kami Memanggilnya “Kyai Guntur”

Meade LX50 EMC adalah teleskop pabrikan pertama yang dimiliki oleh Jogja Astro Club (JAC). Teleskop ini dibeli oleh Pak Mutoha Arkanuddin pada tahun 90-an. Sebelumnya teleskop yang digunakan di JAC adalah hasil buatan sendiri. Sebagai teleskop tertua di JAC kami sangat mencintainya. Walaupun sudah tua tetapi kehandalannya tetap tidak diragukan.

Aku secara pribadi mencintai teleskop ini lebih dari teleskop lainnya. Kami mempunyai banyak teleskop di markas JAC tetapi teleskop Meade LX50 EMC tetap menjadi primadona. Teleskop ini yang tiap malam kami gunakan untuk mengamati benda langit di markas JAC Soropadan, Yogyakarta. Sangking tua dan sayangnya kami pun memanggilnya dengan “Kyai Guntur”. Nama itu pertama digagas oleh yang empunya teleskop, Pak Mutoha Arkanuddin. Aku tidak tahu kenapa beliau memilih nama Guntur. Itu hanya Pak Mutoha dan Allah yang tahu.🙂

(Dari kanan: Aku, Pak Mutoha Arkanuddin, dan Kyai Guntur)

Jangan salah sangka, sebutan kyai di sini bukan kyai pada umumnya yang disandangkan untuk seorang tokoh ulama. Tetapi sebutan itu hanya karena kami telah menganggapnya sebagai benda pusaka dan harus kami rawat agar bisa dipakai terus untuk kemajuan astronomi di Yogjakarta dan Indonesia pada umumnya.

Dalam kebudayaan Jawa memang sebutan kyai itu tidak hanya untuk seorang ulama, tetapi juga untuk benda-benda pusaka. Coba saja ke museum kereta kencana di Keraton Yogyakarta. Kereta kencana di sana semuanya dipanggil dengan kyai. Jadi ga salah dong kalau teleskop pusaka kami di JAC kami panggil dengan kyai. Namanya jadi “Kyai Guntur”. Mulai sekarang kami selalu panggil Kyai Guntur untuk teleskop Meade LX50 EMC yang ada di markas JAC.

Pada awalnya aku menyangka bahwa teleskop ini harus digerakkan secara manual untuk mengikuti gerakan benda langit. Hal itu karena si Bigbos JAC, Pak Mutoha Arkanuddin, tidak pernah mengaktifkan penggerak otomatis dari teleskop tersebut. Sehingga dulu aku harus selalu menggerakkan secara manual setiap mengamati benda langit dengan teleskop ini. Benda langit jika dilihat dengan teleskop bergeraknya sangat cepat karena efek pembesaran, sehingga kita harus selalu menggerakkannya dari waktu ke waktu untuk mengikuti gerakan benda langit yang sedang kita amati.

Ternyata baru-baru ini semenjak Kyai Guntur mempunyai kaki, sistem tracking-nya baru diaktifkan oleh Pak Mutoha. Baru tahu, ternyata Kyai Guntur bisa mengikuti gerakan benda langit. Setelah pengesetan awal selanjutnya dia akan mengikuti sendiri gerakan kemana benda langit itu menuju. Asik… Tambah cinta deh aku ama Kyai.🙂

Dengan fokusnya sepanjang 2000 mm dan eyepiece 10 mm, benda-benda langit seakan-akan berada di depan mata. Dengan pembesaran 200 kali (2000/10) tersebut, planet Saturnus terlihat dengan jelas. Aku memang sangat ngefan dengan planet yang satu itu. Kalau langit malam Jogja lagi cerah di pikiranku langsung teringat kepada Kyai Guntur dan planet Saturnus.

Aku sangat suka planet tersebut karena bentuknya yang dilingkari oleh cincin. Sehingga aku sering mencoba memotretnya dengan kamera saku-ku. Kamera saku maksudnya kamera yang cocok dengan isi saku.😀 . Ya seadanya lah, daripada ga ada. Walaupun hasilnya jelek.

(Planet Saturnus yang aku potret di balik eyepiece Kyai Guntur)

Eh, ada cerita lucu tentang Kyai Guntur. Dulu ada seorang polisi datang ke markas JAC. Sama polisinya Kyai Guntur disangka lampu sokle (“e” dibaca seperti dalam kata “sate”). Lampu sokle itu lampu sorot yang sering dipakai pada pasar-pasar malam itu loh. Waduh untung saja Kyai-nya tidak murka. Coba kalau murka. Bisa dikutuk jadi eyepiece itu orang.😀

Karena cintanya sama Kyai Guntur tadi saya sempat cari informasinya ke website pembuatnya. Dari situ aku mengetahui nama-nama semua organ tubuhnya. Biar lebih cinta kita harus mengenalnya lebih dalam.  Walaupun aku juga belum begitu mengerti keseluruhannya.

(Nama anggota badan Kyai Guntur. Sumber: http://www.meade.com)

Akhirnya, bagi teman-teman yang ingin menambah wawasan tentang teleskop dan astronomi, datang saja ke markas JAC. Kyai Guntur dan pengikut-pengikutnya siap melayani anda. Tempatnya masih seputaran Kota Yogyakarta kok, Jalan Afandi, Soropadan. Kami tunggu ya. Jangan lupa bawa snack, soalnya kalau lagi ngamati biasanya bikin lapar.🙂 *canda..canda, jangan diambil hati*. Aslinya semua layanan informasi di tempat kita gratis kok, jadi jangan sungkan-sungkan untuk datang.

About Usman Blangjruen

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
This entry was posted in Ilmu Falak and tagged , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Teleskop Meade LX50 EMC, Kami Memanggilnya “Kyai Guntur”

  1. samsul huda says:

    mas, kalau mau cari lensa yang murah dan berkualiltas dimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s