Pengalaman Ikut Ujian Proposal Penelitian S2 di Teknik Mesin UGM

Dek-dekan. Kira-kira itu yang terjadi ketika mau ikut ujian proposal tadi. Padahal profesiku seorang dosen yang sering nguji-nguji mahasiswa kayak gitu. Tapi yang namanya manusia ya tetap grogi ketika akan diuji. Lumrah lah.. akukan juga manusia.😀

Rasa takut juga ada sih ya. Masalahnya salah satu dosen yang sedianya menguji saya tiba-tiba mengundurkan diri karena berbenturan dengan jadwal kegiatan lain. Akhirnya beliau digantikan oleh dosen lain. Orangnya masih muda. Paling seumuranku orangnya. Ketakutan karena aku benar-benar tidak mengenal dosen yang satu ini. Belum kenal karakternya.

Memahami karakter penguji merupakan kunci sukses dalam sebuah ujian. Begitu pengalaman saya selama ini. Ini juga berlaku untuk ujian-ujian lain selain ujian proposal tesis.

Ada karakter penguji yang hanya menghabiskan waktu untuk melontarkan pertanyaan terus. Kalau dapat penguji seperti ini siap-siap aja kolep.🙂 .

Ada juga karakter penguji yang banyak melontarkan kesalahan kita dengan tanpa memberikan solusi. Yang ini lebih enak daripada yang pertama. Tetapi yang jadi masalah adalah kita akan kebingungan ketika kita mau revisi nantinya, karena harus cari sendiri.

Yang terakhir ini yang paling enak. Penguji yang banyak mendeteksi kesalahan dalam karya tulis kita. Kemudian dia memberi solusi untuk perbaikan. Ini yang top. Kebetulan saya dapat penguji yang kayak begini kemarin. Alhamdulillah.🙂

Saya rasa tidak semua teman seberuntung saya dalam mendapatkan dosen penguji.  Salah satu cara ya harus memahami karakter dosen penguji sejak awal. Sehingga kita bisa menyiapkan amunisi sebanyak-banyaknya untuk berperang di ruang ujian. hahahaha. Pendeknya, pahami karakter penguji sebelum ujian dan persiapkan diri.

Kembali ke cerita awal. Untuk menghilangkan was-was akhirnya aku telpon temanku yang pernah diuji ama dia. Lega mendengar cerita temanku itu, bahwa Bapak itu lebih banyak ngasih masukan untuk pebaikan tesis. Alhamdulillah ya, ternyata benar adanya. Bapak itu sangat banyak memperbaiki tata tulisanku yang amburadul.

Tesisku dibimbing oleh dua dosen. Pengujinya juga dua orang. Jadi jumlahnya 4 dosen di ruang ujian. Jumlah empat itu merupakan jumlah syarat, kata Mbak-mbak di Administrasi. Jadi kalau Pembimbing cuma satu orang maka pengujinya jadi tiga orang.

Kalau saya sih lebih memilih dua dosen untuk membimbing tesisku. Berarti saya hanya perlu menghadapi dua penguji saja. Kalau dosen pembimbing biasanya lebih banyak membantu di ruang sidang. Seperti tadi aku banyak dibantu oleh Pembimbing Utamaku ketika jawabanku sudah ngelantur kemana-mana.hehehehe.

Dari hasil ujian proposal tesisku tadi aku banyak dapat ilmu. Lebih-lebih tentang penulisan. Menulis itu memang sulit ternyata. Belum tentu apa yang kita tulis akan dipahami seperti yang kita maksudkan.

Ternyata sebuah kalimat itu lebih mudah dipahami orang jika dipenggal dalam bentuk “subjek + kata kerja + objek” atau “Subjek + Predikat”.  Sebagai contoh adalah kalimat pada tesisku yang dikritik tadi:

Akan tetapi variabel kontak memiliki perbedaan sebesar 19% yang terjadi ketika rotasi, selain fleksi/ekstensi, dibatasi (constrained)“.

Ternyata setelah saya cerna aku juga bingung jika ketemu ama kalimat yang kayak gini. Mungkin kalimat akan mudah dimengerti jika dipenggal-penggal aja ya. seperti ini misalnya:

Tetapi variabel kontak memiliki perbedaan sebesar 19 %. Ini terjadi ketika rotasi dibatasi (constrained). Rotasi yang dimaksud disini adalah selain fleksi dan ekstensi

Memang agak keliatan panjang sih jadinya. Tapi kan tidak mbingungin lagi jadinya. Kira-kira itu ya yang paling penting aku dapatkan tadi. Yang lain saya rasa semua tau lah. Yaitu tunjukkan bahwa anda benar-benar siap untuk melakukan penelitian itu. Bekali diri dengan dasar teori yang mungkin digunakan dalam penelitian nantinya. Karena jika ditanya ama penguji dan kita tidak bisa menjawab. Mereka jadi tidak yakin bahwa kita bisa melakukan penelitian yang kita usulkan.

Kesimpulannya aku tadi lulus walaupun ada yang harus diperbaiki. Tesisku tentang modelling sendi lutut tiruan. Modelling dan analisisnya menggunakan software elemen hingga. Modelnya sudah berjalan. Karena sudah disetujui, berarti sekarang aku hanya mengubah parameter-parameternya saja. Mudah-mudahan tiga bulan selesai. Amin.

Satu lagi yang paling penting adalah berdoa kepada Allah SWT. Insya Allah sukses. ayo yang angkatan 2010 cepatan menyusul…🙂

About Usman Blangjruen

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
This entry was posted in Catatan Harian. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s