Umur Kambing Aqiqah

Barusan aku ditelpon sama temanku. Anak keduanya baru aja lahir. Dia berencana menunaikan Aqiqah untuk anak keduanya itu. Jadi dia nelpon saya untuk menanyakan apa syarat-syarat untuk kambing aqiqah. Tapi aneh juga sih, Soalnya kambingnya udah dibeli. Ketika kambing dibawa pulang ke rumah langsung dikritik ama mertuanya bahwa kambingnya kekecilan.Hehehehehehehe. kalau aku jadi kambingnya mesti sedih banget tu. ga jadi masuk surga gara-gara badan masih kecil.Haahahaha, ga ah, takut juga disembelih.

Aku sering ditelpon ama teman untuk menanyakan tentang masalah agama, padahal aslinya Ilmu Agamaku benar-benar masih dangkal. Tapi ya gimana lagi, aku dah terlanjur dianggap paling tau tentang Agama di antara mereka, ya terpaksa harus aku emban anggapan itu, itung-itung untuk amal juga.:-). Padahal kenyataanya Ilmu Agama masih sangat kurang.

Ketika aku ditanyakan tentang syarat-syarat kambing aqiqah aku jadi bingung antara ingat dan enggaknya, soalnya ga pernah mengerjakannya juga sih. Atau mungkin saja pas aku ngaji dulu tertidur ketika sampai Bab aqiqah.hahahahaha. Saya rasa ini masalah agama ga boleh main-main. Kalau ga ngerti ya ngomong aja ga ngerti. Tetapi saya pikir-pikir ga etis lah kalau langsung jawab ga ngerti. Akhirnya jawabannya saya tunda. Saya bilang ama dia bahwa aku nanya dulu ama guruku di Pesantren Alhilal Al Aziziyah Kecamatan Nibong, Aceh Utara.

Pertama aku telpon Abati Nawawi. Beliau adalah guru saya dalam kajian Kitab Muhalli (red.Mahli). Beliau adalah Pimpinan Pesantren tersebut setelah Waled Rasyidin meninggal dunia. Tetapi beliau tidak mengangkatnya, mungkin beliau lagi sibuk. Akhirnya nelpon guruku yang kedua, Tgk Nawi Alyaqubi. Beliau guruku dalam kajian ‘I’anatuththalibin.

Alhamdulillah telponku diangkat dan saya langsung menanyakan tentang syarat-syarat untuk kambing aqiqah. Jawaban sederhana saja ternyata,hehehehehe. Syarat untuk kambing aqiqah adalah umurnya harus sampai dua tahun dan tidak cacat, cuma itu. selesai…….:-).

Harus diperhatikan loh.. Dua tahun disini bukan tahun masehi tetapi tahun hijriah. Tahun masehi itu lebih panjang daripada tahun hijriah . satu tahun hijriah terdiri dari 354 hari untuk tahun pendek (Basithat) dan 355 hari untuk tahun panjang (Kabisah). Sedangkan satu tahun Masehi terdiri dari 365 hari untuk tahun pendek dan 366 untuk tahun kabisat. *malah lari ke Ilmu Falak ni,:-D*

Tambahan dari saya:

Beda antara daging qurban dengan aqiqah adalah daging aqiqah dibagikan sudah dalam keadaan matang.  Sedangkan daging qurban dibangikan dalam keadaan mentah.

Sebenarnya ketika aku nyari2 di internet ada sih syarat yang lebih ringan dari itu, yang hanya mensyaratkan umur kambing asal dah lewat setahun dah cukup syarat untuk jadi kambing aqiqah. Dan soal cacat dibolehkan asalkan saja cacatnya tidak membahayakan kelangsungan hidupnya. Misalnya: tanduk patah, gigi lepas dalam masa pergantian, bulu rontok, sakit ringan, dan luka kecil. Tetapi terus terang aku belum yakin pendapat itu karena belum tahu rujukan yang diambil.

Lebih amannya cari aja kambing yang umurnya sudah sampai dua tahun (Hijriah) dan tidak cacat sama sekali. Lagipula kan ga tiap hari aqiqah itu.hehehehehe. itung-itung untuk anak kita dan untuk sedekah pula maka pilih aja yang top markotop aja.

About Usman Blangjruen

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
This entry was posted in Agama Islam. Bookmark the permalink.

One Response to Umur Kambing Aqiqah

  1. Daud says:

    Terima kasih infonya, sangat membantu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s