Ka’bah Sebagai Kiblat Dan Pelencengannya

Menghadap kiblat adalah salah satu syarat shahnya shalat. Kiblat yang dimaksud disini adalah Ka’bah, sebuah bangunan suci yang berada di kota Makkah. Ka’bah ini disebut juga dengan Baitullah atau Baitul ‘atiq.

Sejarah Singkat

Jika kita merujuk ke sejarah, pembangunannya dimulai pada masa Nabi Ibrahim AS. Walaupun demikian ada juga yang mengatakan bahwa Ka’bah itu dibangun sejak masa Nabi Adam AS kemudian mengalami renovasi pada masa Nabi Idris AS dan mengalami kehancuran akibat bencana banjir besar pada jaman Nabi Nuh AS.

Tidak hanya itu, Banjir lokal yang sering terjadi di lembah Makkah mengakibatkan Ka’bah ini harus mengalami beberapa kali renovasi. Salah satu renovasi yang sangat terkenal adalah Renovasi Quraisy. Renovasi ini begitu terkenal dalam catatan sejarah karena Ka’bah yang dulunya berbentuk persegi panjang dengan salah satu dindingnya berbentuk setengah lingkaran sekarang berubah menjadi bentuk kubus dengan lantainya ditinggikan serta menghilangkan salah satu dari dua buah pintu. Rasulullah SAW sebelum masa kenabiannya juga mempunyai andil dalam merenovasi Ka’bah, salah satu yang sangat terkenal adalah pada saat pemindahan Hajar Aswad yang hampir terjadi pertumpahan darah.

Ka’bah memiliki ukuran 11,03 meter x 12,62 meter persegi dengan ketinggianya sebesar 13,10 meter (ada sumber yang menyatakan 14 meter). Bagian-bagian Ka’bah berupa Hajar Aswad berada di sudut tenggara, Rukun Irak berada di sudut timur laut, Rukun Syam berada di sudut barat laut, Rukun Yaman berada di sudut barat daya, multazam, Hijir Ismail, Pintu, Pancoran Emas, dan Maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim salah satu bagian Ka’bah yang tidak lagi lengket dengan Ka’bah karena posisinya di jauhkan pada masa Khalifah Umar Bin Khattab RA.

Letak Geografis

Pusat Bangunan Ka’bah berada pada koordinat 21° 25′ 21″ LU 39° 49′ 34″ BT dengan elevasi 304 mdpl (meter di atas permukaan laut). Untuk keperluan praktis koordinatnya sering dibulatkan ke menit terdekat, menjadi 21° 25′ LU 39° 50′ BT.

Pelencengan Arah Kiblat Sebuah Masjid

Pelencengan Arah qiblat sebuah masjid sangat sering terjadi, hal ini mungkin diakibatkan oleh kesalahan perhitungan atau kesalahan pengukuran. Hal ini terlihat jelas dengan melihat citra sarelit “google earth”. Jika kita tarik garis dari bangunan Masjid ke Ka’bah jelas terlihat banyak sekali masjid yang melenceng arah kiblatnya.

Sebagai contoh di sini penulis ingin menyajikan pelencengan arah kiblat Masjid Samudra Geudong seperti terlihat pada gambar citra satelit di bawah.

Masjid Samudra Geudong terletak pada koordinat 5° 6′ 59,71″ LU 97° 12′ 41,91″ BT. Dengan menggunakan perhitungan falakiyah kita mendapatkan bahwa Azimut arah kiblat masjid ini adalah 292° 08′ ( Utara-Timur-Selatan-Barat/UTSB).

Garis putih adalah arah kiblat yang sebenarnya. Terlihat dengan jelas bahwa masjid ini tidak mengahadap kiblat, tetapi melenceng ke arah kiri.

Dengan Menggunakan Software Google Earth kita dapat mengetahui Azimut bangunan adalah 278° 31′ (UTSB). Sehingga pelencengan dari arah kiblat sebesar 13° 37′ ke kiri Ka’bah atau 1551,1 kilometer ke kiri Ka’bah. Gambar di bawah ini memperlihatkan pelencengan tersebut. Garis merah adalah arah kiblat yang sebenarnya sedangkan garis hitam merupakan pelencengan arah kiblat masjid.

Jika kita melakukan perhitungan lebih lanjut, dengan pelencengan sebesar itu, bahwa masjid Samudra Geudong tidak menghadap ke Ka’bah melainkan ke sebuah tempat yang mempunyai koordinat 7° 58′ LU 38° 01’BT. Ini merupakan sebuah tempat yang terletaknya 139,33 kilometer sebelah barat daya Bandara Addis Ababa, Ethiopia seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Masjid Samudra Geudong ini hanya sebagai salah satu contoh masjid di Aceh yang terjadi pelencengan arah kiblat. Kecuali itu masih banyak masjid-masjid lain yang bernasib sama.

About Usman Blangjruen

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
This entry was posted in Ilmu Falak and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Ka’bah Sebagai Kiblat Dan Pelencengannya

  1. saiful rizal says:

    untuk wilayah kec seunuddon berapa derajat sebenarnya arah Qiblat yang benar karna untuk wilayah aceh antara 191 – 193 tolong informasinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s