Berpuasa Lebih Lama Di Dataran Tinggi Takengon

Oleh: Usman Blangjruen
Koordinator Rukyatul Hilal Indonesia Wilayah Aceh Utara.

Kerendahan ufuq, itulah istilah yang terkenal dalam ilmu falak yang mengindikasikan bahwa ufuq akan turun ketika tempat kita berdiri berada pada ketinggian tertentu di atas permukaan laut. Sehingga makin tinggi letak suatu tempat dia atas permukaan laut maka ufuq akan semakin rendah (kerendahan ufuqnya akan membesar).

Konsekwensi dari besarnya kerendahan ufuq ini mengakibatkan matahari akan terlihat lebih lama pada daerah ini daripada daerah lain, walaupun terletak pada bujur yang sama dan lintang yang tidak berjauhan. Sehingga waktu Syuruq (terbit matahari) di tempat seperti itu seharusnya lebih cepat, dan Magrib (terbenam matahari) lebih lambat di sana.

Sebagai contoh untuk wilayah Aceh adalah kota Takengon Aceh Tengah dengan ketinggian rata-rata 1240 m di atas permukaan laut. Ketinggian yang sangat besar ini harus benar-benar diperhitungkan dalam menentukan waktu Syuruq dan Magrib.

Selama ini sistem hisab yang berkembang di Aceh menganggap semua daerah dengan ketinggian 10 meter di atas permukaan laut. Tetapi menurut hemat penulis asumsi itu hanya bisa diterapkan untuk kota-kota yang terletak tidak jauh dari pantai seperti: Lhokseumawe, Pidie, Banda Aceh, dan lain-lain. Tetapi untuk kota Takengon dengan ketinggian 1240 m di atas permukaan laut, maka perbedaannya akan sangat signifikan.

Sebagai contoh di sini penulis sajikan contoh Imsakiyah untuk Kota Takengon dengan Asumsi ketinggian 10 m di atas permukaan laut.

Secara praktis kita melihat bahwa dengan asumsi 10 m ketinggian, Jadwal Imsakiyah Takengon praktis sama dengan lhokseumawe karena memang secara geografis Tekangon dengan Lhokseumawe letaknya berdekatan tetapi secara topografis kedua tempat ini sangatlah berbeda karena beda ketinggian (elevasi).

Sekarang coba kita lihat jadwal imsakiyahnya seandainya ketinggian Takengon kita masukkan sebagimana adanya yaitu 1240 m, sehingga jadwal imsakiyahnya akan terlihat seperti di bawah ini.

Kita dapat melihat bahwa silisihnya mencapai rata-rata 4 menit, sebuah angka yang signifikan yang tidak bisa diabaikan. Waspadalah…

About Usman Blangjruen

Dosen Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
This entry was posted in Ilmu Falak. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s